Hartadi Cocok Jadi Gubernur BI

Hartadi Cocok Jadi Gubernur BI

- detikFinance
Sabtu, 11 Jul 2009 15:25 WIB
Hartadi Cocok Jadi Gubernur BI
Jakarta - Beredarnya nama Sri Mulyani Indrawati sebagai Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) yang kosong memang santer saat ini setelah sebelumnnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginginkan Sri Mulyani bisa memimpin BI.

Namun sangat disayangkan jika Sri Mulyani meninggalkan jabatan Menteri Keuangan di tengah reformasi birokrasi Departemen Keuangan, sehingga Presiden bisa menunjuk Hartadi A. Sarwono yang saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur BI sebagai Gubernur BI.

Pengamat Ekonomi dan Perbankan Tony Prasentiantono menilai sosok Sri Mulyani masih sangat diperlukan untuk melanjutkan program reformasi birokrasi di Departemen Keuangan.

"Bu Sri Mulyani merupakan kandidat yang baik untuk Gubernur BI, namun posisi Menteri Keuangan yang harus bertanggung jawab atas APBN senilai Rp 1.000 triliun juga tidak kalah vital dibandingkan dengan Gubernur BI," ujar Tony kepada detikFinance di Jakarta, Sabtu (11/07/2009).

Tony mengatakan, posisi Menter Keuangan memegang tanggung jawab yang besar sekali untuk itu diperlukan sosok orang yang juga memiliki kemampuan seperti Sri Mulyani.

Sedangkan untuk posisi Calon Gubernur BI, sambung Tony, sosok Hartadi Sarwono yang saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur BI lebih cocok menduduki posisi BI 1 yang saat ini kosong.

"Menurut saya, Hartadi Sarwono cocok menjadi Gubernur BI dan saya yakin pasar akan merespons positif," kata Kepala Ekonom Bank Negara Indonesia ini.

Sementara itu, Ekonom Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhisadewa menegaskan, jika memang Sri Mulyani positif menjadi Gubernur BI maka dibutuhkan orang yang sama kuatnya untuk menduduki posisi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) dan Menteri Keuangan (Menkeu).

"Tapi kedua posisi tersebut harus dijalankan oleh dua orang yang berbeda, hal ini berarti posisi Menko dan Menkeu harus dijalankan terpisah karena kerjaannya berat," ujarnya.

Purbaya menambahkan, problem kita saat ini yakni kurangnya koordinasi diantara tim ekonomi. "Walau sudah membaik kondisi perekonomian Indonesia, namun koordinasi tim ekonomi harusnya lebih ditingkatkan dan dijalankan lebih maksimal agar perekonomian kita terus tumbuh optimal," jelasnya.

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads