Bank Masih Fokus ke Kredit Modal Kerja

Bank Masih Fokus ke Kredit Modal Kerja

- detikFinance
Senin, 13 Jul 2009 11:53 WIB
Bank Masih Fokus ke Kredit Modal Kerja
Jakarta - Perbankan masih akan memprioritaskan kreditnya ke kredit modal kerja selama tahun 2009. Sementara industri pengolahan, khususnya sub sektor industri tekstil masih menjadi sektor yang akan dihindari perbankan untuk penyaluran kreditnya.

Khusus untuk pemberian kredit investasi sepanjang tahun 2009 diperkirakan masih akan mengalami peningkatan, yang ditunjukkan dengan kenaikan 'Saldo Bersih Tertimbang' (SBT) dari 36,7% (hasil survei triwulan I-2009) menjadi SBT 78,7%.

Demikian hasil survei perbankan yang dikutip detikFinance, Senin (13/7/2009). Survei perbankan dilaksanakan secara triwulanan terhadap 43 bank umum yang berkantor pusat di Jakarta dengan pangsa kredit yang mewakili sekitar 80% dari nilai total kredit bank umum secara nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengolahan data dilakukan dengan metode 'Saldo Bersih Tertimbang' (SBT) yang merupakan jawaban responden dikalikan bobot kreditnya (total 100%), selanjutnya dihitung selisih antara persentase responden yang memberikan jawaban meningkat dengan persentase jumlah responden yang memberikan jawaban menurun.

Meski pertumbuhan kredit sepanjan 2009 diperkirakan meningkat, namun perlu diwaspadai potensi peningkatan NPL. Hal ini ditunjukkan dengan mayoritas jawaban responden (SBT 64%) yang memperkirakan bahwa rasio NPL tahun 2009 akan mengalami peningkatan. Rasio NPL tahun 2009 diperkirakan meningkat sekitar 0,3-1,5% lebih tinggi dibandingkan tahun 2008.

Berdasarkan penggunaannya, sebagian besar responden (42,3%) menyatakan bahwa potensi peningkatan NPL tertinggi ada di kredit investasi. Sementara secara sektoral sebagian besar responden memperkirakan potensi peningkatan NPL tertinggi pada kredit di sektor industri pengolahan.

Terkait sumber dana, mayoritas responden (65,9%) memperkirakan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) pada triwulan III-2009 akan meningkat, ditunjukkan dengan SBT 73,8%, meningkat dibandingkan ekspektasi pada triwulan II-2009 dengan SBT 42,3%.

Ekspektasi peningkatan DPK tersebut didikung oleh upaya bank dengan menawarkan tingkat suku bunga dana yang menarik, terutama kepada deposan-deposan besar dan pemberian insentif di luar suku bunga. Sementara prioritas penempatan dana selain kredit jika bank mengalami kelebihan likuiditas masih pada Sertifikat Bank Indonesia (SBI). (qom/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads