"Dana Valas kita terus meningkat, hingga saat ini mencapai US$ 4,4 miliar," kata Direktur Treasury dan International Banking Mandiri Thomas Arifin di gedung BEI, Jakarta, Senin (13/07/2009).
Ia menjelaskan kenaikan pertumbuhan Valas ini didasari oleh banyaknya kepentingan ekspor dan impor yang memang saat ini sedang kembali pulih.
"Kalau ada perbaikan otomatis pinjaman valas akan diminati, saat ini impor barang modal juga turun serta saat ekonomi bergerak, segalanya akan membaik ditambah pemilihan presiden lancar juga mendorong kebutuhan valas ini kembali meningkat," jelas Thomas.
Untuk Loan to Deposit Ratio (LDR) kredit valas, lanjut Thomas saat ini berada di kisaran 64 persen atau turun dari akhir tahun 2008 yang sebesar 80 persen. "Hal ini terjadi karena kita mengikuti perdagangan internasional, dan memang transaksi valas internasional juga menurun," paparnya.
Namun Thomas menjelaskan bahwa untuk Rasio Kredit Bermasalah (NPL) gross valas pada bulan Juni 2009 relatif baik yakni di bawah 5 persen. "Dan untuk NPL nett di bawah 1 persen," pungkasnya.
(dru/dro)











































