Bernard Tan sebelumnya menjabat sebagai Acting Country Head DBS Taiwan. Setelah DBS Group mengakuisisi Bowa Commercial Bank pada tahun 2008, Bernard berperan sebagai pemimpin proses integrasi bank yang baru diakuisisi tersebut dengan DBS Taiwan.
Bernard bergabung dengan DBS pada bulan Januari 2008 sebagai Managing Director Debt Capital Markets di Singapura.
"Merupakan kehormatan bagi saya untuk menjabat sebagai komisaris DBSI, dan DBS Group melalui DBSI tetap akan terus mengembangkan investasi dan keberadaanya di Indonesia," ujar Bernard dalam jumpa pers di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis (16/07/2009).
Bernard menegaskan, bahwa dirinya optimistis DBSI akan mendapatkan tempat bagi seluruh masyarakat di Indonesia dengan terus menumbuhkan bisnisnya.
"DBS Group memiliki komitmen yang akan terus mengembangkan perekonomian dunia dan Indonesia khususnya melalui DBSI," jelasnya.
Di tempat yang sama, Direktur Utama DBSI baru, Hendra Gunawan mengatakan bahwa perseroan akan tetap fokus di retail banking . "Selain itu, segmen UMKM juga akan menjadi prioritas DBSI di Indonesia," tuturnya.
Hendra mengatakan DBSI juga memberikan produk Trade Finance dengan solusi-solusi yang canggih bagi para nasabahnya. "DBSI berkomitmen untuk tumbuh dan berkembang di Indonesia dengan target menjadi 10 bank terbaik di Indonesia," tandasnya.
Hendra telah bergabung dengan DBSI sejak Januari 2003, jabatan terakhirnya sebagai Wakil Presiden Direktur DBSI. Sebelumnya ia juga bertanggung jawab atas divisi Corporate Banking dan Investment Banking di bawah kepemimpinannya.
Group Executive DBS Institutional Banking Group and International Operations mengatakan Indonesia bagian integral yang penting dari strategi ekspansi regional DBS Group.
Untuk diketahui total aset DBSI Mei 2009 dibandingkan dengan bulan Mei 2008, meningkat 16,3% menjadi Rp 24,57 triliun. Laba bersih juga meningkat sebanyak 30,9%.
DBSI juga membukukan pendapatan sebesar Rp 2,2 triliun pada akhir tahun 2008. Sementara itu rasio kecukupan modal (CAR) DBSI per Mei 2009 berada pada posisi di kisaran 23,82%.
(dru/dnl)











































