"Terbuka kemungkinan bagi perseroan untuk mengakuisisi bank-bank yang ada di Indonesia untuk mendukung bisnis DBS Group," jelas Komisaris DBSI, Bernard Tan dalam keterangan pers di di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis (16/07/2009).
Akuisisi ini menjadi mungkin terutama melihat kondisi ekonomi Indonesia yang diprediksi akan terus membaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kredit Tumbuh 20%
Sementara Sementara Direktur Utama DBSI, Hendra Gunawan menjelaskan, pihaknya menargetkan pertumbuhan kredit sekitar 20 persen atau sebesar Rp 17 triliun di 2009. Sampai dengan Mei 2009, DBSI sudah menyalurkan kredit sebesar Rp 14,1 triliun.
"Fokus pembiayaan akan dilakukan di sektor agriculture (pertanian), pertambangan dan beberapa sektor advantage di Indonesia," ujar Hendra.
Hendra mengatakan pertumbuhan kredit tersebut juga akan difokuskan di SME (Small and Medium Enterprise) atau UMKM. "Namun tidak tertutup kemungkinan di sektor korporasi," jelasnya.
Selain itu, perseroan juga sedang menjajaki untuk penambahan kantor cabang baru untuk mendukung pertumbuhan kredit di sektor UMKM.
"Saat ini DBSI sudah punya 40 cabang, dan kita akan menjajaki untuk tambah cabang baru, rencana pada tahun depan akan ditambah mencapai 100 kantor cabang baru, karena jika ingin fokus di UMKM harus didukung dengan kantor cabang yang cukup," papar Hendra.
Ia juga mengatakan, posisi total kredit untuk UMKM sekitar 25 persen - 30 persen, sisanya sekitar 70 persen untuk corporate banking.
"Saat ini suku bunga deposito DBSI sebesar 7,5 persen dan untuk Rasio Kredit Bermasalah (NPL) per Mei 2009 sebesar 3 persen dan diharapkan akan stabil sampai akhir tahun 2009," katanya.
(dru/lih)











































