Demikian disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakareta, Jumat (17/7/2009).
"ORI 006 on schedule. Pengalaman kita, dampak kejadian seperti ini (ledakan bom) minimal. Tahun 2003 indeks turun sedikit kemudian naik lagi. Apalagi investor selama ini melihat kekuatan fundamental ekonomi kita. Bahkan Japan Rating Agency
sudah menaikkan rating obligasi kita. Moody's juga positive outlook ," tuturnya.
Rahmat mengatakan ledakan bom yang terjadi pagi hari ini tidak akan berpengaruh terhadap kenaikan yield (imbal hasil) Surat Utang Negara (SUN). Menurutnya, dampak kejadian ini hanya sebentar saja kemudian akan normal kembali.
"Saya kira investor kita sudah memahami apa yang terjadi di Indonesia terkait terorisme tidak terlalu berdampak. Karena pemerintah selama ini dinilai cukup berhasil dalam mengatasi masalah ini," kata Rahmat.
Sementara itu terkait dampak bom di JW Marriott dan Ritz Carlton terhadap pasar keuangan dan ekonomi, Rahmat mengatakan pasar uang Indonesia sudah cukup tahan."Yield SUN juga tidak akan terpengaruh. Saya sudah cek ke market, dampaknya sangat minimal dan kemudian sudah normal kembali," ujarnya.
(dnl/qom)










































