UUS BNI Biayai Perumahan Rakyat Rp 1,4 Triliun

UUS BNI Biayai Perumahan Rakyat Rp 1,4 Triliun

- detikFinance
Rabu, 22 Jul 2009 16:44 WIB
UUS BNI Biayai Perumahan Rakyat Rp 1,4 Triliun
Jakarta - Total pembiayaan perumahan rakyat (PPR) Unit Usaha Syariah PT Bank Negara Indonesia (Persero) sampai dengan bulan Juni 2009 sudah mencapai Rp 1,4 triliun.

Total pembiayaan tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 170 miliar jika dihitung dari bulan Desember 2008.

Demikian dikatakan Pemimpin Divisi Usaha Syariah BNI, Ismi Kushartanto dalam penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Sarana Multigriya Finansial di Mandiri Tower, Jakarta, Rabu (22/07/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai dengan semester I tumbuh bagus, dan pada semester II direncanakan masih akan tumbuh," jelasnya.

Ismi menambahkan, UUS BNI sampai dengan bulan Juni 2009 sudah melakukan pembiayaan sebesar Rp 3,4 triliun.

"Kita memang fokus di PPR Syariah dan di Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)," kata Ismi.

Untuk Non Performing Finance (NPF), Ismi mengatakan untuk pembiayaan keseluruhan mencapai 4 persen. "NPF khusus pembiayaan PPR hanya mencapai 2 persen," tuturnya.

MoU dengan SMF

PT Sarana Multigriya Finansial telah mengandeng UUS BNI untuk melakukan pembiayaan khusus perumahan rakyat syariah (PPR Syariah) sebesar Rp 200 miliar.

Presiden Direktur SMF, Erica Soeroto mengatakan bahwa untuk tahap pertama dengan UUS BNI, SMF akan mengeluarkan dana sebesar Rp 200 miliar.

"Kedepan mungkin ditambahkan Rp 200 miliar lagi," ujarnya.

Untuk suku bunganya menggunakan sistem bagi hasil (nisbah) karena pembiayaan syariah. Erica mengatakan nisbah tersebut yakni 87,5 (SMF) : 12,5 (UUS BNI).

Ia juga mengatakan, sampai dengan bulan Juni 2009, SMF telah melakukan pembiayaan untuk perumahan sebesar Rp 537 miliar. "Ditambah dengan UUS BNI jadi mencapai Rp 700 miliar," kata Erica.

Erica mengharapkan bahwa sampai dengan akhir tahun 2009, target pertumbuhan pembiayaan akan mencapai 400 miliar.

Laba bersih SMF sampai dengan semester I, lanjut Erica sudah Rp 54 miliar dan pendapatan Rp 65 miliar.

"Ini merupakan MoU pertama kita dengan unit syariah, kedepan kita akan terus melakukan pembiayaan melalui unit usaha syariah lain maupun bank syariah melalui PPR," pungkasnya.

(dru/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads