NPL Capai 7,30%, Bank Century Bidik Tambahan Kredit Rp 600 M

NPL Capai 7,30%, Bank Century Bidik Tambahan Kredit Rp 600 M

- detikFinance
Kamis, 23 Jul 2009 16:32 WIB
NPL Capai 7,30%, Bank Century Bidik Tambahan Kredit Rp 600 M
Jakarta - PT Bank Century Tbk (Century) menargetkan pertumbuhan kredit sebesar Rp 600 miliar sampai dengan akhir tahun 2009. Sampai dengan Juni 2009 outstanding kredit Century sudah sebesar Rp 6 triliun.

Demikian dikatakan Direktur Utama Century, Maryono, dalam konferensi pers Kinerja Century di Graha Niaga, Jakarta, Kamis (22/07/2009).

"Kita akan usahakan net growth kredit sampai dengan akhir tahun 2009 mencapai Rp 6,6 triliun dengan fokus pembiayaan di segmen Multifinance, KPR dan Perdagangan," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, Bank Century selanjutnya akan fokus kepada 4 bisnis, yakni treasury, kredit UKM, konsumer dan ritel.

Terkait dana pihak ketiga (DPK), Bank Century sampai dengan akhir tahun menargetkan tambahan lagi Rp 900 miliar. Per Juni 2009, DPK Bank Century sudah bertambah Rp 950 miliar dengan rata-rata pertambahan per bulan mencapai Rp 238 miliar.

"Sampai dengan akhir tahun atau 6 bulan kedepan diharapkan DPK bisa mencapai Rp 900 miliar," papar Maryono.

Namun Bank Century masih memiliki tanggungan tingginya rasio kredit bermasalah (NPL) yang mencapai 7,30 persen per 30 Juni 2009, atau melebihi ketentuan BI sebesar 5%. Maryono menegaskan, Bank Century menargetkan bisa menekan NPL hingga di bawah 5% hingga akhir tahun.

Maryono menambahkan, perseroan akan terus menggenjot dana bank notes dan fee based.

"Untuk volume jual-beli bank notes selama 6 bulan pertama atau sampai dengan Juni 2009 telah mencapai sebesar US$ 20-30 juta dengan pendapatan fee based Rp 500 juta/bulan, kita akan terus tingkatkan itu," jelasnya.

Untuk Laba Bersih sampai dengan akhir tahun 2009, Maryono menegaskan akan tumbuh diatas laba bersih per Juni 2009 yang mencapai Rp 139,99 miliar.

"Sampai dengan akhir tahun laba akan tumbuh lebih tinggi dari laba per Juni 2009," katanya.

Selain itu, perseroan masih akan menjajaki mengenai penggantian nama (re-branding) dari nama saat ini yaitu Century.

"Pergantian nama perseroan merupakan bagian dari action plan perusahaan, hal ini sedang dijajaki lebih lanjut dengan maksud untuk meningkatkan citra perusahaan," ujar Maryono.

Mengenai kejelasan saham publik PT Bank Century Tbk yang masih rancu, Maryono mengatakan bahwa status saham lama publik itu merupakan kewenangan pemegang saham.

"Saya tidak bisa menjawab karena hal tersebut merupakan kewenangan pemegang saham atau dalam hal ini LPS," pungkasnya.
(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads