Menurut Ekonom Danareksa Research Institute (DRI) Purbaya Yudhisadewa, Bank Indonesia dengan sosok seorang gubernur tentu akan lebih menenangkan kepercayaan pasar.Β
"BI dengan seorang gubernurnya tentu akan lebih tinggi kredibilitasnya, dibandingkan tanpa gubernur. Jadi, posisi gubernur BI jangan dibiarkan mengambang terlalu lama," ujarnya ketika dihubungi detikFinance, Selasa (28/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah kebijakan moneter akan dengan mudah membuat ekonomi kita terpuruk lagi. Untuk itu, kredibilitas BI harus selalu dijaga untuk memelihara kepercayaan pelaku ekonomi maupun investor," tegasnya.
Desakan serupa juga disampaikan Kepala Ekonom BNI Tony A. Prasetiantono. Baginya, kekosongan kepemimpinan di sebuah organisasi sebesar BI bisa membuat wibawa BI jatuh.
"Sebuah organisasi (apalagi sebesar BI) tidak punya pimpinan (Gubernur) menjadi tidak berwibawa. Meski ada Deputi Senior, tetap saja lain auranya. Hal ini kurang menimbulkan respek pasar, sehingga afektivitas kebijakannya pun menjadi tidak optimal," katanya ketika dihubungi.
Untuk itu, ia pun mendesak Presiden untuk segera mengajukan nama calon Gubernur BI ke DPR. Dengan terpilihnya Gubernur BI yang baru, maka BI diharapkan bisa meningkatkan keprcayaan pasar lagi.
"Sebaiknya lekas diisi. Memang sekarang masih ada Deputi Senior dan deputi-deputi lainnya yang bisa ambil kebijakan. Namun masalahnya, figur seorang leader dalam satu organisasi itu sangat penting. Ia bisa menjadi simbol pemersatu secara internal, sedangkan secara eksternal bisa membuat pasar respek," tambahnya.
Lalu sosok bagaimana yang cocok untuk mengisi posisi puncak di BI? Baik Purbaya dan Tony ternyata sepakat, Hartadi A Sarwono yang kini menjabat sebagai Deputi Gubernur BI adalah sosok yang cocok memimpin bank sentral.
"Kandidat sebaiknya dipilih satu dari dalam dan satu dari luar, agar tercipta persaingan yang sehat dan membangun.Β Untuk kandidat dari dalam, saya rasa Pak Hartadi memang merupakan kandidat yang paling tepat," kata Purbaya.
Sedangkan Tony pun setuju sosok Hartadi cocok bersanding dengan Darmin Nasution yang baru dilantik jadi Deputi Gubernur Senior BI untuk memimpin bank sentral itu.
"Tentu saja sosok tersebut haruslah yang reputable, memiliki integritas, dan dikenal luas oleh pasar. Yang memenuhi sayart tersebut adalah Pak Hartadi Sarwono dan Pak Darmin. Keduanya bisa diduetkan. Hartadi ahli moneter dan Darmin mengawal aspek governance-nya," kata Tony.
(lih/qom)











































