Hal tersebut dikatakan Direktur UMKM BRI, Sulaiman Arif Arianto usai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Kantor BKN, Jakarta, Selasa (28/07/2009).
"Kredit UMKM alhamdulilah bagus, bagi kita krisis tidak terlalu berpengaruh dan loan growth masih bagus yaitu 27 persen," ujar Sulaiman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Direktur Keuangan BRI, Abdul Salam mengatakan bahwa BRI sudah merivisi rencana bisnis bank pada bulan Juni 2009 kemarin.
"Pertumbuhan kredit secara keseluruhan dinaikkan dari 22 persen sampai 25 persen," katanya.
Abdul juga mengatakan bahwa BRI tetap fokus di UMKM karena menurutnya UMKM merupakan sektor yang tahan banting.
"Revisi ini sudah dilaporkan kepada BI dan kita optimistis target tersebut akan tercapai karena kondisi ekonomi saat ini sudah pulih," pungkasnya.
Pada tahun 2008 pertumbuhan kredit BRI di 2008 adalah sebesar 41,6 persen dari posisi Rp 113,85 triliun pada bulan Desember 2007 menjadi Rp 161,06 triliun pada bulan Desember 2008.
(dru/lih)











































