Berdasarkan keterangan pers yang diterima detikFinance, Selasa (28/7/2009), penurunan itu antara lain disebabkan oleh turunnya pendapatan bunga bersih dari Rp 147,466 miliar di semester I-2008 menjadi Rp 138,237 miliar pada periode kali ini.
Penurunan yang lebih drastis terasa di laba operasional perseroan yang anjlok 74 persen dari Rp 9,546 miliar menjadi Rp 2,402 miliar di semester I-2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk kucuran kredit selama 6 bulan pertama 2009, Bumiputera juga mencatatkan penurunan menjadi Rp 4,564 miliar dari sebelumnya Rp 5,031 miliar di semester I-2008.
Sedangkan dana pihak ketiga Bumiputera tercatat turun tipis dari Rp 5,966 miliar di semester I-2008 menjadi Rp 5,349 miliar. NPL perseroan bahkan tercatat naik dari sebelumnya 3,99 persen menjad 4,7 persen.
Sementara untuk CAR, pada semester pertama 2009, Bumiputera mencatat rasio kecukupan modal sebesar 11,93 persen atau naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar 11,11 persen.
Kinerja Bumiputera pada paruh pertama 2009 memang memburuk jika dibandingkan periode yang sama di 2008. Namun jika kinerja pada kuartal kedua 2009 dibanding dengan kuartal pertama 2009, maka tercatat beberapa perbaikan.
Salah satunya adalah pencatatan laba bersih sebesar Rp 10,612 miliar di kuartal kedua 2009 dibandingkan kerugian Rp 8,901 miliar di kuartal pertama 2009. Kenaikan laba ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 38,99 persen.
Presiden Direktur Bank Bumiputera, Sridhar Natarajan menjelaskan, dampak krisis global sedikit banyak memang telah mempengaruhi sektor riil yang akibathya juga terasa di sektor kredit.
Namun demikian, ia optimistis bahwa target pertumbuhan kredit Bank Bumiputera sebesar 17 persen pada tahun 2009 akan dapat dicapai.
"Optimisme tersebut didukung oleh turunnya tingkat suku bunga secara umum serta meningkatnya permintaan kredit dari sektor konsumer dan mikro. Bank Bumiputera akan konsentrasi memberikan kredit pada produk-produk dengan risiko kredit yang yang relatif rendah namun dapat memberikan kontribusi Net Interest Margin (NIM) yang baik. Bank Bumiputera saat ini juga tengah menggalakkan pertumbuhan kredit pada sektor usaha kecil dan mikro yang potensi marketnya masih sangat besar," papar Sridhar dalam keterangan pers tersebut.
(lih/dnl)











































