“Jajaran BI dan Pak Darmin akan memberikan harapan baru bagi pengusaha agar memperoleh pinjaman yang murah bagi pelaku UKM,” kata Ketua Umum HIPMI Erwin Aksa dalam siaran pers yang diterima detikFinance , Rabu (29/7/2009).
Erwin menilai mantan Dirjen Pajak itu akan memiliki gagasan-gagasan bagus untuk mencari jalan keluar agar suku bunga kredit dapat lebih bersaing. Ia menilai sudah saatnya lembaga keuangan dan regulator memberi perhatian yang lebih kepada UKM. Pasalnya, kendati ekonomi Indonesia relatif lebih kuat menghadapi gejolak dunia, UKM harus diperkuat untuk menyerap pengangguran serta berfungsi sebagai soko guru bagi ketahanan ekonomi secara nasional.
”Perbankan membutuhkan dana murah dari masyarakat. Saat ini dana masyarakat yang mahal bunganya masih mendominasi simpanan sebab masih menjadi rebutan perbankan,” kata Erwin. Karena itu menurutnya pemerintah harus ikut membantu melalui percepatan realisasi anggaran.
Erwin menilai BI dan para deputi gubernurnya akan mampu menghasilkan regulasi-regulasi baru yang dapat mendorong perekonomian nasional menjadi lebih produktif. “Inovasi instrumen investasi keuangan sudah berjalan sedemikian canggih, namun ekonomi yang sehat adalah ekonomi yang berpihak kepada sektor riil. Perbankan akhirnya harus mencari cara bagaimana agar sektor riil ini bisa bergairah,” tambah dia.
Erwin mengatakan, tantangan BI ke depan adalah bagaimana BI mendorong agar kedaulatan ekonomi juga berlaku di sektor keuangan. Pasalnya, aset nasional disektor keuangan semakin kecil.
”Bila kita berdaulat di perbankan masyarakat akan mudah memperoleh kredit UKM yang murah,” tambah Erwin lagi.
(dnl/lih)











































