Demikian disampaikan Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo dalam keterangan pers di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (29/7/2009).
"Untuk merespons pasar, kita akan sesuaikan tingkat suku bunga kita," ujarnya.
Agus mengungkapkan, alasan lain penurunan bunga ini karena rasio kredit bermasalah (NPL) perseroan sudah membaik dibandingkan sebelumnya. Hal itu ditunjukkan dengan NPL Bank Mandiri yang di bawah 5 persen.
"Kita baru turunkan bunga pinjaman saja, bunga deposito belum," katanya.
Ia juga mengatakan, penurunan ini adalah yang keempat kalinya dilakukan Bank Mandiri di tahun ini. Hingga kini Bank Mandiri sudah menurunkan bunganya sekitar 1-1,5 persen dari posisi bunga di awal tahun.
Namun tingkat penurunan bunga tersebut bervariasi untuk setiap sektor, antara 0,25-0,5 persen. Rata-rata bunga Bank Mandiri saat ini sekitar 12-14 persen.
Sedangkan Wadirut Bank Mandiri Wayan A Mertayasa menuturkan penurunan suku bunga per 1 Agustus ini akan dilakukan dengan range 100 basis poin.Tabungan
Bank Mandiri juga menargetkan tabungan sebesar lebih dari Rp 100 triliun di akhir tahun 2009.
Menurut Direktur Mikro dan Retail Banking Mandiri Budi Gunadi Sadikin, posisi tabungan perseroan di semester I 2009 sudah mencapai Rp 97,1 triliun. Angka tersebut merupakan konsolidasi dengan anak usaha perseroan, Bank Syariah Mandiri.
"Untuk mengejar target tersebut kita akan menambah outlet lagi, karena retail banking itu perlu dekat dengan nasabah," ujarnya.
Menurutnya, hingga Juni 2009 perseroan telah menambah sekitar 75 unit kantor cabang sejak Juni 2008 lalu, sehingga total cabangnya mencapai 1.031 unit.
Selain itu, bank plat merah itu juga telah menambah 1.020 unit ATM sehingga jumlahnya menjadi 4.212 unit.
"Total transaksi ATM telah mencapai lebih dari 120 juta transaksi di semester I atau sekitar 40 juta per bulan," ungkapnya.
(lih/dnl)











































