Hal ini dikatakan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto di kantor Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (30/7/2009).
"Pertengahan Agustus akan kita lakukan segera, mungkin untuk lelang dalam jumlah reasonable -lah, kita coba maksimal Rp 1 triliun dululah," kata Rahmat.
Untuk tahap awal penerbitan sukuk lelang akan lakukan sebulan sekali, namun jika memungkinkan akan dilakukan evaluasi, sehingga memungkinkan juga bisa dilakukan setiap dua minggu sekali seperti penerbitan SUN (Surat Utang Negara) reguler .
Rahmat mengatakan penerbitan sukuk dengan metode lelang akan lebih efisien dan lebih reguler serta teratur dibandingkan dengan metode bookbuilding yang memerlukan proses lama, atau paling tidak butuh waktu 3 bulan. "Kalau lelang secara reguler dan frekuensinya yang lebih tinggi," ucapnya.
Ia mengatakan meski metode bookbuilding yang selama ini sudah diterapkan secara transparan, namun dengan adanya metode lelang akan lebih transparan dan masyarakat bisa memantau langsung.
"Kita mau menunjukan kalau lelang itu lebih transparan, kalau bookbuilding ada biaya, agen, melakukan penawaran," ucapnya.
Ditegaskan Rahmat untuk penerbitan sukuk global sampai akhir tahun 2009 akan dilakukan lagi. Hal ini karena pemerintah akan fokus pada pasar dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan dari global bond dan pinjaman luar negeri.
(hen/dnl)










































