Peningkatan laba ini didorong oleh peningkatan net interets income, peningakatan pendapatan dari valuta asing dan mark to market dari surat berharga.
Demikian dijelaskan Dirut CIMB Niaga Arwin Rasyid di Graha Niaga, Jakarta, Kamis (30/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arwin, peningkatan ini didorong oleh meningkatnya NII (net interest income) yang mencapai 2,9 triliun pada semester I-2009 atau naik 28 persen dari sebelumnya Rp 2,3 triliun. Sementara total aset perseroan per 30 Juni 2009, mencapai Rp 102,1 triliun naik 2% dari sebelumnya Rp 100,6 triliun.
"Dengan posisi aset tersebut, Bank Niaga kini menjadi bank terbesar kelima di Indonesia," tambah Arwin.
Kredit pada semester I-2009 perseroan juga tumbuh 3% jadi Rp 72,6 triliun, terutama didorong oleh peningkatan kredit korporasi dan kredit ritel yang masing-masing sebesar 7%. Sedangkan LDR tercatat seebsar 87,2%, naik dari tahun lalu 84,7%.
"Lebih dari 20% kredit Bank Niaga disalurkan ke luar pulau Jawa," katanya.
Sementara posisi NPL gross 2,7% atau ada di bawah NPL rata-rata 4,1%. DPK perseroan tercatat sebesar Rp 82,6 triliun, cenderung stagnan dibanding Rp 82,5 triliun.
"Komposisi dana semakin baik, terlihat dari meningkatnya CASA (current account saving account) sebesar Rp 1,6 triliun atau 4% selama setahun jadi Rp 40,3 triliun. Hal ini membuat rasio dana murah meningkat 188 basis poin jadi 48,8%," ujarnya.
(lih/qom)











































