"Saya duga BI rate akan turun jadi 6,5 persen," ujar Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Tony A Prasetiantono dalam pesan singkatnya kepada detikfinance, Sabtu (1/8/2009).
Menurut Tony, turunnya BI rate tersebut didukung oleh rendahnya inflasi pada bulan Juli yang diperkirakan berada di kisaran 0,2-0,3 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka berpikir lebih baik menurunkan margin laba, sekadar untuk survive. Sementara konsumen juga masih mengerem demand-nya, sehingga harga tidak melonjak," ungkap Tony.
Faktor lainnya, nilai tukar rupiah yang cenderung kuat dan stabil di bawah Rp 10.000 serta aliran modal masuk masih besar, sehingga Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di atas 2.300.
Semua hal yang terjadi di atas tersebut diperkirakan akan menyebabkan likuiditas di pasar uang melonggar.
"Semua faktor ini kondusif bagi penurunan BI rate, yang selanjutnya akan menginspirasi penurunan suku bunga bank. Bank-bank kini mulai berani melakukannya, karena pelonggaran likuiditas yang disebabkan masuknya dana asing dan sentimen positif politik dalam negeri," papar Tony.
(epi/ang)











































