Perbankan Butuh Penjaminan Penuh

Perbankan Butuh Penjaminan Penuh

- detikFinance
Minggu, 02 Agu 2009 12:40 WIB
Perbankan Butuh Penjaminan Penuh
Jakarta - Penjaminan penuh terhadap sektor perbankan harus dilakukan pemerintah agar perbankan dapat menurunkan suku bunganya. Pasalnya, saat ini respon perbankan terhadap suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sangat lambat.

Padahal beberapa pengamat perbankan memprediksikan BI Rate masih akan berpeluang turun dengan melihat indikator tingkat inflasi yang juga turun pada bulan Juli 2009. Ekonom The Indonesia Economic Intelligence (IEI), Sri Yani Kusumastuti mengatakan penurunan BI Rate harus diikuti oleh adanya penjaminan penuh oleh pemerintah terhadap perbankan.

"Penjaminan tersebut dimisalkan seperti kebijakan-kebijakan pemerintah yang dapat memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cenderung mulai membaik dan sustaineble," ujarnya dalam Monthly Economic Review Forum IEI di Kantor IEI, Jakarta, Minggu (02/08/2009).

Ia menegaskan, penurunan suku bunga kredit yang masih lambat dikarenakan belum adanya kejelasan pemerintah akan kondisi perekonomian yang membaik serta ketakutan berkurangnya likuiditas karena perpindahan dana nasabah kepada bank-bank kecil yang juga masih mematok bunga tinggi.

"Selain itu, penurunan suku bunga kredit perbankan juga akan dapat dilakukan jika adanya kemudahan perbankan dalam merestrukturisasi kredit sebelum menjadi kredit bermasalah," katanya.

Hal ini dilakukan, lanjut Sri Yani, untuk mengantisipasi kondisi ekonomi yang memburuk. Bank seharusnya diberi ruang untuk melakukan restrukturisasi kredit lancar sebelum menjadi bermasalah tanpa harus masuk kategori NPL.

Sri Yani menambahkan, Bank BUMN juga sebaiknya dimungkinkan memperoleh tambahan pendapatan demi peningkatan modal.

"Maka, seharusnya bank BUMN diberikan kelonggaran untuk memberikan potongan pokok kredit dalam rangka restrukturisasi kredit macet. Wewenang ini dimiliki oleh bank swasta dan bank asing," lanjutnya.

Dengan itu , lanjut Sri Yani, penurunan bunga kredit akan mengikuti BI Rate dan akan mendorong pertumbuhan kredit.

(dru/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads