Berdasarkan publikasi yang dikutip detikFinance, Senin (3/8/2009), pendapatan bunga perseroan sebenarnya sudah mengalami peningkatan dari Rp 82,170 miliar menjadi Rp 99,975 miliar pada periode kali ini.
Namun di sisi lain, beban operasional ikut naik sehingga mengakibatkan kerugian operasional hingga Rp 27,237 miliar. Kerugian ini naik dari posisi sebelumnya yaitu Rp 4,250 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk aset, perseroan tercatat memiliki total aset hingga Rp 1,419 triliun atau naik dari semester I tahun lalu yang sebanyak Rp 1,332 triliun.
Kredit yang dikucurkan perseroan pun masih tercatat naik dari Rp 14,165 miliar menjadi Rp 16,751 miliar. Sedangkan untuk rasio kecukupan modal (CAR), perseroan tercatat sebesar 9,23% dibanding tahun lalu yang 10,94%.
NPL 15%
Pada semester ini, perseroan masih mencatat rasio kredit macet atau NPL net yang tinggi, yaitu sebesar 15,56% dibanding semester I-2008 yang 16,96%. Sedangkan NPL gross tercatat 16,35% dibanding sebelumnya 18,13%.
RoA (Return on Assets) perseroan tercatat minus 4,2% dibanding semester I-2008 yang minus 0,64%. Sedangkan RoE (Return on Equity) juga minus 76,75% dibanding 9,75%. Rasio BOPO (Beban Operasional dibanding Pendapatan Operasional) naik jadi 126,3% dari sebelumnya 104,99%.
(lih/dnl)











































