Dalam transaksi ini ANZ tidak hanya akan membeli bisnis ritel dan komersial RBS di Singapura, Indonesia and Hong Kong saja, tapi juga membeli bisnis wholesale, ritel dan komersial di Taiwan, Filipina dan Vietnam.
Seperti dikutip dari news.com.au, Selasa (4/8/2009), ANZ berharap bisa menyelesaikan akuisisi tersebut di akhir 2009. Namun hal tersebut tergantung kebijakan dan aturan di masing-masing negara lokasi akuisisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akuisisi terhadap bisnis RBS ini merupakan batu loncatan bagi strategi regional kami dan menciptakan landasan baru untuk bisnis ritel dan wealth di Asia," kata Chief Executive ANZ Mike Smith.
"Binis yang kami akuisisi ini merupakan portofolio yang atraktif dari sebuah bank yang memiliki aset bagus dengan harga yang wajar. Bisnis tersebut akan melengkapi bisnis ANZ yang sudah ada di China, Indochina dan Asia Tenggara sekaligus mendukung pertumbuhan yang lebih bagus lagi," tambahnya.
Akuisisi ANZ ini mencakup 54 cabang, utang senilai US$ 3,2 miliar dan deposit sekitar 2 juta nasabah senilai US$ 7,1 miliar.
Â
ANZ yang didirikan pada 1835 kini beroperasi di 32 negara dan menjadi bank yang paling eksis di Asia Tenggara dibanding bank-bank Australia lainnya.
Lalu, seperti apa aset-aset RBS yang diakuisisi ANZ? Berikut sekilas tentang aset tersebut:
- Taiwan, bisnis RBS di Taiwan merupakan aset yang terbesar dengan 1,3 juta nasabah dan deposit senilai US$ 2,7 miliar.
- Indonesia, berdasarkan jumlah nasabah, bisnis RBS di Indonesia merupakan yang terbesar kedua sebanyak 450 ribu nasabah. Namun nilai depositnya hanya sekitar US$ 300 juta.
- Hong Kong, bisnis RBS di Hong Kong mengelola deposit senilai US$ 1,6 miliar dari sekitar 30.000 nasabah
- Singapura, bisnis RBS di Singapura mengelola deposit senilai US$ 1,9 miliar dari 350 ribu nasabah.
- Vietnam dan Philippines, di kedua negara ini, RBS hanya punya 1 cabang dengan sekitar 100 nasabah.
(lih/qom)











































