Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah mengatakan dana masyarakat di perbankan biasanya dialihkan kepada instrumen surat berharga karena bunga yang tinggi."BI Rate turun seharusnya membuat bunga perbankan turun juga, tapi kan kadang-kadang dana-dana perbankan dipakai beli surat utang negara yang bunganya tinggi daripada disalurkan ke kredit yang risikonya tinggi," ujarnya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Depok, Rabu (5/8/2009).
Apalagi , menurut Firmanzah, obligasi-obligasi global yang banyak diterbitkan oleh negara-negara luar menawarkan return yang besar sehingga uang-uang yang diendapkan pada perbankan dalam negeri mempunyai alternatif investasi.
"Memang sekarang yang dibutuhkan adalah dana-dana yang ada di perbankan nasional ini efektif disalurkan untuk menggerakkan sektor riil, tidak menggerakkan sektor finansial," jelasnya.
Firmanzah mengatakan kondisi ini harus diwaspadai sebab krisis keuangan yang terjadi di dunia disebabkan oleh perputaran uang, bukan perputaran barang."Uang menjadi komoditi, sehingga produk derivatif muncul dan begitu juga variasi perdagangan turunan yang beragam tidak terkait dengan sektor riil," imbuhnya.
(dnl/qom)










































