"Tahun ini nilai pembiayaan kami diperkirakan turun 10%," ujar Presiden Direktur ADMF, Stanley Setiaatmadja di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Depok, Rabu (5/8/2009).
Menurut Stanley, penurunan tersebut disebabkan angka penjualan otomotif nasional yang memang diprediksi turun tahun ini akibat krisis global yang menurunkan daya beli otomotif. "Penurunan terbesar terjadi di luar Jawa karena turunnya harga komoditas telah membuat daya beli disana menurun," ujarnya.
Untuk mengalihkan pasar kembali ke Jawa juga dinilai cukup sulit, mengingat pasar otomotif di Jawa sudah jenuh. Tahun ini, perseroan menargetkan pembiayaan sebesar Rp 12 triliun, terdiri atas pembiayaan mobil sebanyak 20 ribu unit senilai Rp 3 triliun dan pembiayaan sepeda motor sebanyak 85 ribu unit senilai Rp 9 triliun.
"Hingga semester I-2009 sudah mencapai target. Mobil sebanyak 10 ribuan unit dan sepeda motor sebanyak 45 ribuan unit," ujarnya.
(dro/dnl)











































