Hal ini disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Depok, Rabu (5/8/2009).
"Karena Darmin Nasution kan dulu di pajak, dia bisa berinteraksi dengan sektor riil, jadi bisa menjembatani sektor riil dengan finansial, istilahnya linking man ," ujarnya.
Firmanzah mengatakan kalangan perbankan akan melihat Darmin sebagai sosok yang peduli pada aspek mikro dibandingkan dengan moneter."Dan memang persoalan mendasar kalau saya melihat yang paling besar sektor riil, bagaimana menjembatani sektor perbankan dengan sektor riil, dan policy stimulus seperti apa yang dibuat BI agar perbankan kembali melirik sektor riil bukan sektor finansial," katanya.
Menurut Firmanzah meskipun posisi Gubernur BI saat ini masih kosong, namun fungsi BI sebagai pengawas moneter dan perbankan tetap berjalan."Saya rasa sistem kita sudah mulai bergeser dari personal menjadi sistem, jadi yang penting membangun Dewan Gubernur," imbuhnya.   Â
(dnl/qom)











































