Pengusaha Desak Pemerintah Intervensi Tekan Bunga Kredit

Pengusaha Desak Pemerintah Intervensi Tekan Bunga Kredit

- detikFinance
Jumat, 07 Agu 2009 08:35 WIB
Pengusaha Desak Pemerintah Intervensi Tekan Bunga Kredit
Jakarta - Tingginya suku bunga kredit perbankan saat ini masih menjadi keluhan kalangan pengusaha di Indonesia, bunga kredit yang tinggi menjadi masalah utama pengusaha untuk berekspansi saat ini.

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa ketika ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis malam (6/8/2009).

"Sebenarnya yang jadi masalah di sektor riil adalah bunga. Suku bunga perbankan yang belum kunjung turun. Itu yang kita sampaikan kepada Ibu Menteri (Perekonomian), artinya perlu intervensi dari pemerintah, perlu kebijakan-kebijakan dari sektor finansial untuk bisa mempengaruhi penurunan suku bunga ini karena tidak logis lagi," tuturnya.

Erwin mengatakan, pengusaha mengeluhkan kenapa penurunan suku bunga perbankan tidak secepat penurunan BI Rate yang terus menurun hingga 6,5%.

Menurut catatan Bank Indonesia (BI), penurunan BI Rate sebesar 250 bps selama tahun 2009 juga terus diikuti oleh penurunan suku bunga perbankan. Sejak dimulainya fase pelonggaran kebijakan moneter, suku bunga simpanan perbankan (deposito) telah mencatat penurunan sekitar 188 bps.

Namun respon suku bunga kredit lebih terbatas yaitu sekitar 24 bps. Penyaluran kredit perbankan juga mulai menunjukkan perbaikan, walaupun masih tumbuh sangat lambat. Sampai dengan Juni 2009, kredit perbankan baru tumbuh sebesar 1,1%. Masih terbatasnya penyaluran kredit antara lain terkait dengan masih tingginya persepsi risiko di sektor riil, sementara di sisi lain, permintaan kredit juga masih rendah terkait dengan masih rendahnya kegiatan investasi.
(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads