BI: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2009 Melambat

BI: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2009 Melambat

- detikFinance
Jumat, 07 Agu 2009 10:58 WIB
BI: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2009 Melambat
Bandung - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2009 akan melambat di bawah pencapaian kuartal I-2009 yang sebesar 4,4%.

Deputi Gubernur BI Budi Mulya mengatakan perlambatan tersebut dikarenakan tingkat konsumsi domestik akan lebih rendah pada kuartal II-2009.

"Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama mencapai 4,4 persen, namun pada semester kedua tahun 2009 pertumbuhan ekonomi akan lebih rendah," ujarnya dalam acara Workshop Wartawan Ekonomi Moneter dan Perbankan di Hotel Savoy Homann, Bandung, Jumat (07/08/2009).

Walaupan pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua mengalami perlambatan, namun Budi Mulya mengatakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia secara keselurahan akan jauh lebih sehat. "Hal ini ditandai dengan sudah tumbuhnya aspek prudent dan gejolak ekonomi yang stabil di Indonesia," jelasnya.

Budi memaparkan hal tersebut ditandai dengan mengalirnya modal asing seperti di SUN (Surat Utang Negara) dan pasar saham yang mencapai US$ 4 miliar dan didukung oleh gejolak fundamental pasar saham yang baik. "Selain itu, BI melihat pada hari kamis kemarin, IHSG juga tumbuh positif menjadi 2.360," katanya.

Budi menambahkan nilai tukar rupiah yang pada tahun 2008 sempat tertekan di level Rp 12.800 per dollar AS, kemudian pada bulan Januari, Februari dan Maret 2009 ternyata menguat Rp 12.000 per dollar AS.Β  "Dan akhirnya menjadi Rp 9.880 per dollar AS pada penutupan
hari kamis kemarin. Faktor-faktor tersebut beserta kuatnya daya serap ekonomi global di Indonesia menunjukan hal yang positif dan hampir sama dengan di Cina dan India," paparnya.

BI tetap optimistis, lanjut Budi Mulya, walaupun risiko perlambatan masih ada namun sampai dengan akhir tahun 2009 pertumbuhan ekonomi, BI memproyeksikan 4%.

"Kita juga senantiasa memperhatikan pemulihan ekonomi domestik dan global dan diprediksikan sentimen positif akan tetap berlangsung tahun depan sampai tahun depan," pungkasnya.

Inflasi 2009 Capai 4%

Budi Mulya juga mengatakan laju inflasi di tahun 2009 akan mencapai 4% atau di batas bawah dari target BI yang sebesar 5% plus minus 1%.

"Jadi bisa dilihat, ini semua dikarenakan mulai semester II-2009 dan sampai 2010 nanti, ekonomi global sudah mulai menggeliat serta recovery di semua sektor ekonomi juga terlihat, yang semula ada interaksi saat ini sudah ada relaksasi," papar Budi.

Budi menambahkan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia oleh IMF juga menunjukan pertumbuhan dari negatif 1,4% sampai dengan akhir tahun 2009 menjadi positif 2,5% di tahun 2010."Sehingga, pergerakan aktivitas ekonomi tersebut akan sangat berpengaruh ke inflasi. Namun sesuai dengan kebijakan moneter saat ini, kami terus memberikan suatu ekspektasi kepada publik dan para pelaku ekonomi bahwa kami bank sentral akan terus berusaha menekan inflasi," kata Budi. (dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads