"Pertumbuhan kredit pada 2009 ini diperkirakan 11-12% atau lebih rendah dari rencana bisnis bank semula yang mencapai 15,4%," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Budi Mulya dalam acaraΒ Workshop Wartawan Ekonomi Moneter dan Perbankan di Hotel Savoy Homann, Bandung, Jumat (07/08/2009).
Budi mengatakan, kinerja kredit pada semester I-2009 memang masih lambat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan kredit di semester I yang hanya 2,1% dalam statistik BI.
"Perlambatan pertumbuhan kredit tersebut karena terjadinya perlambatan pertumbuhan perekonomian, selain itu perkiraan kita dasarkan juga pada kredit perbankan yang kita cermati," katanya.
Ditambah, lanjut Budi Mulya, beberapa bank juga telah merubah targetnya (RBB) juga menjadi lebih rendah.
Selain itu, Budi juga mengatakan perlambatan tersebut terjadi karena pertumbuhan ekonomi yang melambat dari tahun sebelumnya. "Pertumbuhan ekonomi 2008 mencapai 6,1% dan di tahun ini ditargetkan 4%, ini memperngaruhi supply dan demand dari barang dan jasa yang membuat permintaan menurun," katanya.
Namun Budi mengatakan, meski pertumbuhan kredit hanya 12%, BI optimis tetap meyakini pertumbuhan kredit tersebut akan dapat menopang pertumbuhan ekonomi 4%.Β
Kepala Biro Stabilitas Sistem Keuangan, Wimboh Santoso mengatakan juga bahwa target pertumbuhan kredit tahun 2009 sebesar 15,4% sesuai RBB diperkirakan sulit tercapai. "Belum pulihnya krisis global berpotensi mendorong berlanjutnya penurunan kualitas kredit bank," imbuhnya.
(dru/dnl)











































