Demikian disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (10/8/2009).
"Minat beli ORI makin meningkat ditandai oleh adanya kenaikan target penjualan yang disampaikan oleh 20 agen penjual ORI006 dari Rp 3,6 triliun menjadi Rp 8,4 triliun. Investor baru pada ORI006 meningkat 33% dari 10.983 investor menjadi 14.601 investor," tuturnya.
Rahmat mengatakan profil pemesan ORI terdiri dari berbagai kalangan antara lain karyawan swasta sebanyak 22,45%, wiraswasta 21/03%, Ibu rumah tangga 19,83%, PNS dan TNI Polri 18,4%, lain-lain 18,29%.
"Pemesan ORI ini menandakan ORI diterima berbagai kalangan," ujar Rahmat.
Sementara itu dilihat dari kelompok umur, pemesan ORI006 kebanyakan adalah investor yang berusia di atas 40 tahun dengan persentase 68,87% atau Rp 5,22 triliun dari total pemesanan.
Penyebaran penjualan ORI006 sudah meluas ke 32 provinsi kecuali provinsi Papua Barat. Pemesanan ORI006 terbesar adalah berasal dari provinsi DKI Jakarta sebanyak Rp 4,336 triliun, dan paling rendah adalah Sulawesi Barat sebesar Rp 20 miliar.
(dnl/qom)










































