Demikian dikatakan Direktur Direktorat Kredit, BPR dan UMKM BI, Ratna E Amiyati kepada wartawan usai menghadiri acara Pengundian Berhadiah Tabprindo di Bank Artadamas Mandiri, Tangerang, Senin (10/08/2009).
"27 persen dari 1760 BPR di Indonesia modalnya masih kurang. Sesuai dengan aturan, kita (BI) telah memperpanjang waktu batas pemenuhan modal minimum BPR yakni dari akhir 2008 karena terjadi krisis kita perpanjang sampai akhir 2009," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratna menambahkan, untuk BPR yang dibawah pengawasan khusus sampai dengan bulan Juni 2009 masih sama tidak ada pertambahan.
"Pengawasan khusus masih sama seperti bulan-bulan kemarin," jelasnya.
Ratna menjelaskan, BPR-BPR yang belum memenuhi ketentuan modal tersebut belum tentu masuk ke pengawasan khusus BI.
"Memang sebenarnya tidak ada hubungannya antara modal dan likuidasi. Bank yang masuk kedalam pengawasan khusus adalah BPR yang mempunyai Rasio Kecukupan Modal (CAR) dibawah 4 persen dan bank yang tidak dikelola dengan baik dilikuidasinya dan banyak fraud," papar Ratna.
Jika dilihat secara rata-rata setiap tahunnya, lanjut Ratna, sekitar 5-6 BPR masuk ke 'kamar mati' (dilikuidasi) secara nasional dari tahun 2003.
Simpanan Murah Tabprindo
Simpanan Dana Murah Tabungan Bank Perkreditan Rakyat (Tabprindo) sampai dengan bulan Juni 2009 mencapai Rp 18.78 miliar. Jumlah tersebut naik dibandingkan pada bulan Desember 2008 yang hanya sebesar Rp 17,95 miliar.
"Sampai dengan Bulan Juni 2009, Tabrindo terus menunjukkan perkembangan yang baik. Jumlah rekening mencapai 16.075 nasabah dengan dana sebesar Rp 18,78 miliar," ujar Ketua DPD Perbarindo (Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat) DKI Jaya dan Sekitarnya Hiras L Tobing.
Hiras mengatakan, saat ini sudah 41 BPR dari 240 BPR diseluruh DKI Jaya dan sekitarnya yang sudah ikut serta dalam Tabprindo.
"Tabprindo adalah produk tabungan berhadiah gratis yang diselenggarakan oleh BPR-BPR anggota Perbarindo DKI Jaya dan sekitarnya. Produk ini pertama kali diluncurkan pada tanggal 19 Desember 2005 dan sekarang memasuki pengundian ke-enam," paparnya.
Saat ini, lanjut Hiras, suku bunga Tabprindo sebesar 6 persen dan jauh diatas suku bunga di bank umum yang hanya berkisar antara 2 persen sampai 4 persen.
"Tabungan ini dijamin oleh LPS sehingga dana masyarakat akan aman," tuturnya.
Dikatakan Hiras, kedepannya kebersamaan ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pendanaan dalam mengatasi liquidity missmatch diantara BPR sesama anggota Tabprindo.
"Saat ini Tabprindo sudah masuk ke fase pertumbuhan kemandirian. Kedepan produk ini diharapkan dapat memberikan pelayanan optimal dan akan menjadi semacam embrio Apex BPR," tandasnya.
(dru/qom)











































