"Tanggal 13 Agustus 2009 bertepatan dengan ulang tahun kedua secondary public offering BNI. Kita berharap harga saham BNI bisa menyentuh level Rp 2.050," ujar Corporate Secretary BBNI, Intan Abdams Katoppo di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (12/8/2009) malam.
Pada 13 Agustus 2007, BBNI melepas 3,95 miliar saham di harga Rp 2.050. Saham yang dilepas terdiri atas 1,99 miliar saham baru hasil rights issue dan 1,5 miliar saham milik pemerintah. Ketika itu ditetapkan BBNI masih memiliki opsi melepas 473,89 juta saham (3,1%) green shoe ke publik.
Namun realisasi pelepasan saham green shoe tersebut belum dapat dieksekusi lantaran pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas perseroan menghendaki pelepasan 3% saham green shoe di harga Rp 2.050, level yang sama dengan harga SPO.
"Kalau harga bisa mencapai Rp 2.050 besok atau dalam waktu dekat, maka tinggal menunggu keputusan pemerintah apakah green shoe akan dilepas atau tidak," ujarnya.
Direktur Keuangan BBNI Yap Tjay Soen juga menyatakan hal senada. Menurutnya, keputusan soal pelepasan saham green shoe hanya membutuhkan persetujuan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil.
"Semua tergantung Pak Menteri. Tidak perlu lagi persetujuan DPR," ujar Soen.
Menurut Intan, pelepasan saham green shoe diyakini tidak akan mengulang kejatuhan harga saham perseroan sebagaimana yang terjadi ketika melakukan SPO pada 13 Agustus 2007. "Percaya deh, nggak akan rugi kok," ujar Intan.
(dro/dnl)











































