Syariah Bukopin Targetkan Kredit Tumbuh Rp 250 Miliar di Semester II

Syariah Bukopin Targetkan Kredit Tumbuh Rp 250 Miliar di Semester II

- detikFinance
Kamis, 13 Agu 2009 16:42 WIB
Syariah Bukopin Targetkan Kredit Tumbuh Rp 250 Miliar di Semester II
Jakarta - Semester II-2009 PT Bank Syariah Bukopin (BSB) targetkan pertumbuhan kredit sebesar Rp 250 miliar. Sampai dengan bulan Juli 2009, BSB telah menyalurkan kredit sebesar Rp 1,130 triliun

Demikian dikatakan oleh Direktur Utama BSB, Riyanto usai acara peluncuran tabungan iB Siaga Bisnis di Kantor BSB, Jakarta, Kamis (13/08/2009).

Ia mengatakan, BSB akan fokuskan pemberian kredit di sektor UMKM dan Komersil. "Di samping itu, kita mempunyai beberapa proyek sindikasi dengan bank-bank lain," katanya.

Riyanto mengatakan, proyek yang baru saja disepakati kemarin adalah sindikasi dengan beberapa bank untuk pembiayaan proyek General Pipe Gas PT Triguna di daerah Serang sebesar Rp 112 miliar.

"Kita (BSB) dan BII sebagai lead -nya yaitu mengucurkan dana sebesar 40 miliar, selain itu bersama juga dengan BRI Syariah," jelasnya.

Di tempat yang sama Direktur Bisnis BSB, Eriandi mengatakan saat ini yang sedang dijajaki adalah sindikasi proyek pembangunan Hotel di Bandung dengan Bank Jabar dan Bukopin sendiri. "Proyek tersebut sebesar Rp 120 miliar namun masih dalam penjajakan," ujarnya.

Sampai dengan bulan Juli 2009, total aset BSB mencapai Rp 1,696 triliun, kemudian untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp 1,038 triliun dan dengan Rasio Pembiayaan Bermasalah (NPF) sebesar 2,3%.

FDR Tinggi

Bank Syariah Bukopin berusaha agar financing deposit ratio (FDR) berada di bawah level 100%. "Kami akan berusaha untuk mengejar rasio FDR di bawah 100%," kata Riyanto.

Riyanti mengatakan jika saat ini komposisis pendanaan FDR BSB memang berada di atas 100%. "Secara umum komposisi pendanaan FDR masih diatas 100% dan sedang kita kejar agar berada dibawah itu, kan idealnya 95-90%," ungkapnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, dengan mengeluarkan produk Tabungan iB Siaga diharapkan dapat menurunkan tingkat FDR BSB.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads