"Masih tingginya suku bunga kredit membawa dampak kurang menguntungkan bagi bergeraknya sektor riil, yaitu kegiatan usaha kecil dan menengah. Oleh karena itu, kalangan Dewan meminta agar Bl rate dapat benar-benar dijadikan acuan dan harus memiliki kekuatan di pasar," tuturnya dalam acara pembacaan pidato menyambut hari kemerdekaan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2009).
Agung mengatakan maslah suku bunga ini menjadi masalah tersendiri bagi perekonomian yang harus diselesaikan, karena saat ini berbagai indikator ekonomi sudah membaik.
Masalah suku bunga juga seringkali menjadi masalah yang dikeluhkan oleh pelaku usaha karena bisa menghambat ekspansi usaha mereka akibat masih tingginya suku bunga kredit.
(dnl/qom)











































