Hal ini disampaikan oleh Deputi Direktur Direktorat Internasional BI Dian Ediana Rae saat ditemui di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Jumat (14/8/2009).
"Mereka mengeluarkan suatu rating yang tidak perlu pada saat kondisi kita seperti ini, mereka sudah kita komplain. Memang apa yang menjadi persoalan bank kita saat ini? CAR sedang kuat-kuatnya, NPL rendah, likuiditas tinggi, tidak yang harus dikhawatirkan, makanya kita komplain," tandasnya.
Dian mengatakan, Moody's menyampaikan kepada BI bahwa mereka meneliti kondisi perbankan di setiap perbankan."Tapi ada expert yang mengatakan ini memang unfair. Ditambah lagi ekonomi kita kan bagus, kenapa outlook dikasih negatif. Mereka memang sebagai acuan tetapi tidak bisa dibenarkan begitu saja," katanya.
Diakuinya 2 bulan sebelum rilis Moody's dikeluarkan, BI telah mengajukan protes dan duduk bersama dengan Moody's. Tapi dalam pertemuan tersebut Moody's mengatakan semua outlook perbankan di dunia adalah negatif.
"Intinya outlook itu ekspektasi orang jadi jangan jadi sesuatu yang dibenarkan dan diikuti. India dan China pun dinilai negatif padahal mereka semua bagus perbankannya. Ini kan aneh. Mungkin itu internal rules mereka, namun untungnya investor dan pasar melihat secara rasional, dan saya kira tidak berpengaruh," paparnya. (dnl/qom)










































