Pasalnya, hubungan antara perbankan nasional dan mitra kerjanya di luar negeri sangat tergantung kepada rekomendasi dan penilaian rating yang diberikan oleh lembaga rating internasional.
"Jadi kalau ada rating agency yang menurunkan grade itu akan membuat mitra kerja atau kreditur asing me-review kembali alokasi daripada dananya atau alokasi bisnisnya," imbuhnya.
Bahkan yang lebih fatal lagi, dikatakan Agus, mitra asing tersebut bisa saja menarik dananya dari perbankan di dalam negeri. "Tapi saya harus melihat lagi di area apa mereka katakan negatif," imbuhnya.
Agus mengatakan, Bank Mandiri justru mendapat peringkat yang lebih positif oleh Moody's, sehingga seharusnya Indonesia pun ikut positif. "Secara umum saya lihat indonesia cukup positif, jadi paling tidak harusnya sama atau lebih baik dengan Mandiri," ujarnya.
(dnl/qom)











































