Realisasi Lembaga Rating BPR Terhambat Dana

Realisasi Lembaga Rating BPR Terhambat Dana

- detikFinance
Selasa, 18 Agu 2009 17:35 WIB
Realisasi Lembaga Rating BPR Terhambat Dana
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan rencana mendirikan lembaga pemeringkat rating bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) masih terbentur masalah dana. BI telah melakukan pembicaraan dengan beberapa lembaga rating.

Hal tersebut dikatakan oleh Senior Researcher Aristektur Perbankan Indonesia Bank Indonesia (BI), Pungky Purnomo Wibowo disela seminar microfinance di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (18/08/2009).

"Saat ini masih sedang kita bahas (rating BPR) dan kita intensif sekali. BI sendiri juga sudah berbicara dengan beberapa lembaga rating namun saat ini biaya masih menjadi kendala utama," ujar Pungky.

Namun Pungky menegaskan bahwa sebenarnya menurut pandangan BI sendiri untuk masalah biaya tidak terlalu mahal.

"Kan tergantung juga dari seberapa total aset BPR yang akan dilakukan rating," tuturnya.

Di tempat yang sama, Ketua Perbarindo DKI Jakarta dan Sekitarnya, Hiras Lumban Tobing menyambut baik akan adanya lembaga rating BPR tersebut.

"Kita sangat menyambut baik dan untuk biaya memang masih dalam proses untuk dibicarakan lebih lanjut dengan lembaga pemeringkat," katanya.

Sebelumnya Deputi Gubernur BI, Muliaman D Hadad mengatakan pemeringkat BPR dilakukan sebagai acuan jika bank ingin memberikan kredit, sehingga dapat dilihat kinerja, performance dan kondisi keuangan BPR.

"Kalau ada rating seperti itu maka tentu saja sudah dapat merefleksikam bagaimana kondisi keuangan dan faktor-faktor lain dan bisa dijadikan alat ukur bank-bank umum dalam melakukan linkage program," papar Muliaman.

Sementara itu, Agus Sugiharto, Ketua Tim API dari Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI mengatakan bahwa untuk biaya rating satu BPR harus mengeluarkan biaya Rp 10 juta sampai Rp 30 juta.

(dru/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads