DBS juga menargetkan nasabahnya bisa bertambah menjadi 75.000 hingga akhir tahun 2009 dibandingkan per Juni 2009 yang hanya 27.000.
"Kami optimistis bahwa dengan melakukan ekspansi sejalan dengan pertumbuhan konsumen di Indonesia, DBS akan dapat memperkuat posisinya untuk memenuhi kebutuhan nasabah saat ini dan masa yang akan datang," ujar Head Of Consumer Banking DBS, Budiman Tanjung dalam Konferensi Persnya di Plaza BMW, Tebet, Jakarta, Rabu (19/08/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budiman juga mengatakan bahwa tahun ini DBS akan fokus kepada pertumbuhan perolehan dana mahal atau deposito dan dana murah atau tabungan.
"Komposisinya 60 persen sampai 65 persen untuk dana mahal dengan suku bunga yang berkisar antara 7 persen sampai 8 persen, sedangkan untuk tabungan komposisinya 35 persen sampai 40 persen dengan bunga sebesar 7,75 persen untuk tabungan diatas Rp 110 juta," tuturnya.
Lebih lanjut Budiman mengatakan, untuk mengembangkan bisnis consumer bankingnya DBS akan membuka 100 cabang baru sampai dengan akhir tahun 2009. Saat ini DBS sudah mempunyai 40 kantor cabang.
"Selain itu, untuk mendorong pertumbuhan yang lebih maksimal lagi kedepan, DBS Indonesia telah meluncurkan program marketing dengan tema 'Bukan Omong Kosong'," katanya.
Budiman menjelaskan, program tersebut merupakan bagian untuk mengembangkan jaringan consumer banking DBS untuk memahami, mengkaji kebutuhan finansial nasabah dengan penyediaan berbagai solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
"Penjualan beberapa produk-produk ritel inovatif di pasar telah meingkatkan jumlah total dana konsumen DBS secara signifikan yaitu sebesar 900 persen dan mendongkrak jumlah total nasabah lebih dari 1.570 persen sejak bisnis consumer banking dimulai di tahun 2005," paparnya.
Total Aset DBS Indonesia saat ini mencapai Rp 25 triliun dengan rasio kredit bermasalah (NPL) 2,8 persen dan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 22 persen.
Sampai dengan kuartal kedua tahun 2009, DBS Group sendiri telah mencatat pendapatan bersih sebesar S$ 552 juta (Singapura Dollar) atau meningkat 21 persen dari kuartal sebelumnya.
(dru/qom)











































