Bank Terbesar India Layani Trade Finance di Indonesia

Bank Terbesar India Layani Trade Finance di Indonesia

- detikFinance
Kamis, 20 Agu 2009 06:33 WIB
Bank Terbesar India Layani Trade Finance di Indonesia
Jakarta - Bank State Bank Of India (SBI) Indonesia membuka layanan trade finance. Layanan tersebut difokuskan untuk meningkatkan kegiatan ekspor dan impor negara Indonesia dan India serta dengan beberapa negara lain.

Anak usaha The State Bank Of India ini menargetkan dapat menarik investasi dari India ke Indonesia sekitar US$ 500 juta hingga US$ 1 miliar dalam tiga sampai empat tahun kedepan.

Dengan layanan trade finance ini maka Bank SBI Indonesia saat ini dapat melayani transaksi perbankan devisa dengan memberikan berbagai macam produk dan fasilitas pelayanan transaksi dalam mata uang asing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Direktur Bank SBI Indonesia, Rajiv Saran mengatakan bahwa perseroan akan mendukung kegiatan perdagangan ekspor dan impor secara langsung dan menjadi bank pertama sebagai perantara perdagangan antara India dengan Indonesia.

"Kita fokuskan kepada negara India dan Indonesia, namun kita juga support untuk kegiatan perdagangan untuk beberapa negara lain," ujar Rajiv kepada wartawan dalam acara Launching Layanan Trade Finance Bank SBI Indonesia di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu malam (19/08/2009).

Rajiv mengatakan, target pangsa pasar dari layanan trade finance ini yaitu sektor Small and Medium Enterprise (SME), termasuk sektor ritel dan korporasi besar.

"Serta para pengekspor batu bara dan Crude Palm Oil atau CPO," tuturnya.

Dikatakan Rajiv, SBI merupakan bank terbesar di India dan saat ini mempunyai 14.500 cabang di India dan 94 cabang di 34 negara. "Di Indonesia sendiri kita mempunyai 16 cabang," jelasnya.

Layanan trade finance, lanjut Rajiv, terdiri dari berbagai produk seperti rekening giro dan valas, jasa remmitance, pembiayaan perdagangan seperti pembukaan, advising, negosiasi maupun discounting L/C.

"Serta pinjaman dalam mata uang asing dan fasilitas nilai tukar valas dengan penawaran yang aman, terpercaya dan keuntungan yang sangat baik," tandasnya.

Akuisisi Bank Menengah

Bank SBI Indonesia sebentar lagi juga akan mengakuisisi bank kelas menengah di Indonesia. Pada tahun 2010 nanti, anak usaha The State Bank Of India (SBI) ini akan menyelesaikan proses akuisisinya terhadap salah satu bank di Indonesia dengan aset minimal Rp 3 triliun dan mempunyai lebih dari 30 kantor cabang.

Presiden Direktur Bank SBI Indonesia, Rajiv Saran mengatakan salah satu strategi dalam mengembangkan pangsa pasar dan menambah jaringan yakni melalui strategi non organik.

"Khusus untuk non organik yaitu dengan mengakuisisi bank," jelasnya.

Ia mengatakan, bank tersebut bukan bank yang selama ini menjadi pembicaraan yaitu PT Bank Eksekutif.

"Hal ini dilakukan karena pertumbuhan perekonomian Indonesia cukup baik dan bertumbuh cepat, kita akan bergerak khususnya di dalam pembiayaan ekspor dan impor, dengan akuisisi tersebut maka akan menambah pangsa pasar di Indonesia," paparnya.

Saat ini total aset bank SBI Indonesia sebesar Rp 800 miliar dan perseroan sendiri akan melakukan ekspansi dengan menambah kantor cabang baru.


(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads