Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Hariyadi B Sukamdani usai manghadiri seminar SP Forum di Hotel Athlete Century, Jakarta, Jumat (21/08/2009).
"Kita mengharapkan, untuk suku bunga kredit bisa mencapai 10% atau malah single digit, sehingga kita bisa berekspansi," jelasnya.
Kalangan pengusaha juga berkomitmen untuk mendukung Bank Indonesia (BI) dalam pengawasan bagi perbankan yang masih mematok suku bunga tinggi. "Kita sambut baik penurunan suku bunga perbankan dan pengusaha optimis kalau ke depannya tingkat pertumbuhan kredit bisa lebih baik dibanding sebelumnya," katanya.
Hariyadi mengatakan pelaku usaha yang bergerak di sektor riil akan mengawasi perbankan yang belum menurunkan bunganya. "Kita akan laporkan ke BI," tegasnya.
Selama ini perbankan dinilai masih bersikap hati-hati dalam mencermati perkembangan ekonomi yang berakibat lambatnya penyaluran kredit. "Kita sudah sabar selama 3 tahun menunggu, naiknya suku bunga itu sudah sejak 2005-2006. Jadi kalau sampai kesepakatan itu tidak dilakukan, kami akan menuntut balik," tuturnya.
Lebih lanjut Hariyadi mengatakan selama suku bunga itu tinggi, perbankan lebih sering menggunakan momentum itu untuk mencari keuntungan.
(dru/dnl)











































