Ekonom Avilliani mengatakan, saat ini bank masih enggan menurunkan suku bunga karena takut nasabah-nasabah besar ini akan menarik dananya dari perbankan.
"Yang menentukan bunga bank adalah kreditur terbesar, jadi bank takut. Karena itu situasinya saat ini repot sekali bagi bank untuk menurunkan suku bunga simpanannya," ujarnya kepada detikFinance , Sabtu (22/8/2009).
Avilliani mengatakan, nasabah-nasabah besar ini memang jadi andalan bank untuk pendanaan, apalagi di saat kondisi likuiditas masih ketat. Karena itu dirinya meragukan kesepakatan 14 bank besar untuk menurunkan suku bunga simpanannya bisa dijalankan.
"Kesepakatan itu belum tentu bisa dilakukan, karena problem terbesar adalah tidak adanya pemerataan likuiditas perbankan, jadi kalau ada kesamaan suku bunga, dana akan lari," tegasnya,
Solusinya menurut Avilliani adalah Bank Indonesia (BI) harus bisa mengadakan lagi fasilitas bantuan likuiditas seperti BLBI dulu sehingga bank tenang.
"Kemudian, pemerintah jangan dulu menerbitkan SUN (Surat Utang Negara) pada saat sekarang, pemerintah lebih baik langsung meminjam ke BI, kan SBI ada Rp 300 triliun lebih," imbuhnya.
(dnl/dnl)











































