BI: Bantuan Dari IMF Digunakan Jika Kepepet

BI: Bantuan Dari IMF Digunakan Jika Kepepet

- detikFinance
Senin, 24 Agu 2009 14:30 WIB
BI: Bantuan Dari IMF Digunakan Jika Kepepet
Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengatakan, alokasi dana bantuan dari International Monetary Fund (IMF) sebesar SDR 1,74 miliar atau setara dengan US$ 2,7 miliar hanya akan digunakan dalam keadaan mendesak saja.

"Itu tidak perlu digunakan kalau tidak mendesak benar, yang penting itu hak kita untuk mencairkan," tuturnya ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/8/2009).

Pencairan SDR (Special Drawing Rights ) ini adalah pada tanggal 28 Agustus 2009, menurut Darmin bentuk bantuan SDR ini tidak terlalu penting. "Bentuknya itu tidak tlalu penting, yang penting itu anda tahu bahwa kita belum akan menggunakan itu," ujarnya.

Sebelumnya BI menegaskan bantuan dari IMF ini tidak bersifat utang. Sebagai bagian dari penanganan krisis, IMF akan melaksanakan alokasi SDR untuk memperkuat likuiditas global pada tahun 2009. Kebijakan tersebut akan memperkuat cadangan devisa bagi negara-negara anggota IMF, termasuk Indonesia.

Pendistribusian dilakukan sesuai dengan proporsi dari kuota masing-masing negara saat ini pada IMF. Secara umum peningkatan Alokasi Umum SDR ini akan meningkatkan alokasi SDR masing-masing negara menjadi sebesar 74% dari kuotanya.

Untuk Indonesia, peningkatan alokasi SDR IMF tidak akan menimbulkan net charges atau tambahan biaya, kecuali biaya administrasi yang jumlahnya relatif kecil (0,01% p.a.). Hal ini dikarenakan Indonesia juga memperoleh pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga yang sama dari SDR yang dimiliki.

Pemanfaatan SDR tersebut tidak memerlukan syarat-syarat tertentu (without conditionalities ), melainkan tergantung pada kebutuhan masing-masing negara anggota melalui mekanisme pertukaran dengan negara-negara anggota IMF lainnya.
(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads