Demikian hal itu disampaikan oleh Direktur Transaksi Bank dan Syariah Bank Danamon Herry Hykmanto di Hotel Crowne, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (24/8/2009).
"Spin off itu masalah timing juga harus ada pertumbuhan aset baru bisa spin off. Kalau pertumbuhan industri syariah sendiri baik, maka bisa ditempuh dalam 2 tahun ke depan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, kinerja pembiayaan UUS Danamon hingga semester pertama tahun 2009 bertambah Rp 200 miliar menjadi Rp 900 miliar dibandingkan awal tahun sebesar Rp 700 miliar.
Pembiayaan perbankan tersebut masih disumbang banyak oleh sektor usaha mikro kecil dan koperasi yang mencapai 60 persen atau setara Rp 600 miliar dari total pembiayaan. Sedangkan sisanya sebanyak 40 persen disumbang sektor korporasi dan lainnya.
Manajemen menargetkan hingga akhir tahun ini pembiayaan bisa tumbuh 30%, lebih tinggi dari target kredit Bank Danamon yang sebesar 6 persen.
"Secara keseluruhan pertumbuhan masih bagus, permintaan masih besar dan pembanding pertumbuhan aset pembiayaan lebih kecil," ujarnya.
(ang/qom)











































