Fitch Beri Outlook 'Stabil' untuk Perbankan RI

Fitch Beri Outlook 'Stabil' untuk Perbankan RI

- detikFinance
Selasa, 25 Agu 2009 20:10 WIB
Fitch Beri Outlook Stabil untuk Perbankan RI
Jakarta - Jika lembaga pemeringkat Moody's memberikan outlook 'negatif', maka lembaga pemeringkat lainnya Fitch Ratings tetap memberikan outlook 'stabil' untuk perbankan Indonesia.

Fitch menilai perolehan laba dari sejumlah bank besar hingga menengah di Indonesia tetap kuat selama tahun 2008 dan semester I-2009. Provisi bank-bank ini juga dinilai bisa menyerap peningkatan biaya kredit seiring memburuknya kualitas pinjaman pada 2009 dan kemungkina berlanjut hingga 2010.

Selain itu, Fitch juga memperkirakan berlanjutnya kenaikan NPL akan moderat sejalan dengan perekonomian Indonesia yang diperkirakan mencatat pertumbuhan positif meski melemah (3% pada 2009 dan 3,8% pada 2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal ini mendukung outlook 'stabil' untuk peringkat dari kebanyakan bank di Indonesia yang diperingkat oleh Fitch," demikian siaran pers dari Fitch yang dikutip detikFinance, Selasa (25/8/2009).

Meski demikian, manajemen kualitas pinjaman masih akan tetap menajdi tantangan utama bagi perbankan di Indonesia. Hal ini sehubungan dengna kondisi operasional yang lebih bergejolak, sejarah utang korporasi yang buruk dan keterlibatan negara dalam manajemen risiko perbankan.

Hasil simulasi Fitch untuk 'skenario beban' atas 10 bank menengah di Indonesia yang diperingkat oleh lembaga ini mengindikasikan bahwa kombinasi pendapatan bank dapat menyerap sekitar 4% dari tingkat biaya kredit. Ini diestimasikan setara dengan tingkat formasi NPL baru sekitar 5% per tahun.

Karena Fitch memperkirakan NPL akan naik 2-3 persen poin menjadi 6% hingga 6,5% pada 2009/2010, maka pendapatan seharusnya bisa menyerap tingginya biaya kredit dengan risiko pelemahan modal diperkirakan rendah untuk sebagian besar bank. Meski demikian, hasilnya sangat bervariasi di setiap bank.

Fitch percaya bahwa kebijakan pemulihan modal yang lebih banyak sangat diperlukan dan mungkin perlu untuk mendukung rencana ekspansi dan memberikan sokongan yang cukup menghadapi kondisi umum yang lebih berisiko.


(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads