BPR Masih Sulit Turunkan Suku Bunga Kredit

BPR Masih Sulit Turunkan Suku Bunga Kredit

- detikFinance
Rabu, 26 Agu 2009 08:40 WIB
BPR Masih Sulit Turunkan Suku Bunga Kredit
Jakarta - Lembaga keuangan mikro, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mengaku sulit melakukan pemangkasan suku bunga kreditnya mengikuti penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate).

"Sulit bagi kami, BPR, melakukan penurunan suku bunga," ujar Ketua DPD Perbarindo DKI Jakarta dan Sekitarnya, Hiras Lumban Tobing di kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (25/8/2009) malam.

Hiras mengatakan, tingginya suku bunga kredit yang diterima BPR dari bank umum, membuat BPR kesulitan menurunkan suku bunga kreditnya ke masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dana yang kita peroleh dari hulu, bank umum, sudah sangat mahal. Mereka (bank umum) mengenakan suku bunga kredit yang tinggi. Jadi sulit buat kita turunkan suku bunga," ujarnya.

Meski saat ini sejumlah bank besar sepakat melakukan penurunan suku bunga secara serentak, Hiras mengaku belum mengetahui apakah hal itu bisa segera diikuti oleh BPR secara bersamaan pula.

"Ada satu masalah lagi yang menghambat, yaitu bank umum kini mulai mengambil ranah kredit mikro yang mana menjadi wilayah pembiayaan kami," ujarnya.

Menurutnya, ekspansi bank umum ke ranah kredit mikro membuat BPR kesulitan menyalurkan kreditnya. Sebab, bank umum bisa mengenakan suku bunga kredit yang lebih rendah dari BPR.

"Tentu sulit bagi kami bersaing dengan bank umum. Dana kita sebagian juga berasal dari bank umum. Kalau bank umum juga mengambil kredit mikro, wajar saja bunga kredit yang mereka tawarkan lebih rendah dari BPR. Sebagian dana kita juga berasal dari bank umum. Ini membuat kita sulit bersaing," jelasnya.

Oleh sebab itu, para pelaku usaha BPR berencana meminta BI memberikan batasan yang jelas mengenai wilayah penyaluran kredit BPR dengan bank-bank lainnya agar kinerja BPR tidak tergerus ke depannya.

Bank Asing Siap Turunkan Suku Bunga

Ditempat terpisah, Country Head Bussines Manager, Citibank Indonesia, Tigor M Siahaan mengatakan, bank-bank asing siap untuk mengikuti kesepakatan 14 bank soal penyesuaian suku bunga.

"14 bank memang ada kesepakatan, maka perbankan asing dan campuran juga sudah ada pembicaraan dengan Bank Indonesia, bagaimana secara global dan nasional bisa ikut turunkan bunga," ujarnya.

Tigor menambahkan, jika suku bunga suatu bank tetap tinggi dan jika tidak dilakukan secara serentak penurunannya maka terus terang kompetisi antar bank dalam merebut dana akan susah.

"Maka dengan ini (keserempakan penurnan suku bunga) ada sebuah understanding," tutur Tigor.

Sementara ketua Ikatan Bankir Indonesia (IBI), Agus Martowardoyo mengatakan jika suku bunga itu penurunannya dilakukan secara bersama-sama maka tidak akan timbul suatu kekhawatiran yang menjadi pembicaraan saat ini.

"Jadi semua harus percaya, harus niat, bahwa ini terbaik untuk semua. Jadi kita menurunkan secara bersamaan," ujarnya di Gedung Departemen Keuangan.


(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads