Deputi Gubernur Senior BI, Darmin Nasution mengatakan, kesepakatan 14 bank dalam menurunkan suku bunganya tentu saja akan lebih efektif jika diikuti oleh BUMN deposan-deposan besar.
"Hari ini kita lebih banyak berbicara soal bagian membentuk komitmen BUMN-BUMN selaku pemilik dana yang besar agar komit, supaya jangan satu pihak saja atau jangan hanya perbankan saja namun deposannya juga komit untuk mendukung," papar Darmin dalam Konferensi Persnya di Gedung Departemen Keuangan, Jakarta, Rabu (26/08/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun, memang harus diakui masih ada dana yang bunganya tinggi karena berasal dari deposito selama 4 bulan, 5 bulan dan sampai 6 bulan lalu bahkan satu tahun yang lalu. Maka BI memberikan pelonggaran agar kesepakatan tadi (penurunan bunga) dilakukan sampai menunggu jatuh tempo," jelas Darmin.
Lebih lanjut Darmin mengatakan, BI akan mengawasi dan bertanggung jawab memantau pergerakan dari hari ke hari secara sistematis.
"Sehingga diharapkan ada bank yang cost of fund-nya turun malah spreadnya (rentang suku bunga dengan BI Rate) yang naik, BI akan memanggil bank-bank yang bersangkutan dan ada sanksi tersendiri," tandasnya.
Ditempat yang sama Menteri Negara BUMN, Sofyan Djalil menegaskan, BUMN akan mendukung program BI untuk menurunkan suku bunga dan akan membahas masalah teknis dengan BUMN-BUMN yang banyak menyimpan dana di perbankan.
"Saat ini masih 35 persen yang kapitalisasinya (mempunyai dana di perbankan) mengikuti suku bunga dan diusahakan 65 persen akan tunduk mengikuti level BI Rate," tutur Sofyan.
(dru/ang)











































