"DariΒ 51 juta UMKM baru lima persen yang sudah mendapatkan akses ke Bank," ujar Wakil Ketua Kadin Bidang UMKM dan Koperasi, Sandiaga Uno usai acara penandatanganan nota kesepakatan antara KADIN dengan PricewaterhouseCooper Indonesia, di Menara Kadin, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (27/8/2009).
Menurut Sandiaga, kecilnya jumlah UMKM yang telah mendapatkan akses pendanaan ke perbankan disebabkan mereka tidak memiliki laporan keuangan yang memenuhi standar yang diinginkan bank.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandiaga menjelaskan, dengan adanya program pelatihan pengelolaan keuangan yang diberikan PricehousewaterCooper Indonesia, maka diharapkan jumlah UMKM yang bisa mengakses kredit dari perbankan bisa meningkat menjadi 15-20 persen dalam tiga sampai lima tahun kedepan.
"DenganΒ kerjasama ini kami harap mereka bisa lebih pede karena sesuai bisa membuat laporan keuangan sesuai dengan standar," ungkapnya.
Ia menambahkan, perbankan nasional memang kurang melirik UMKM karena banyaknya penyaluran kredit mereka hanya untuk konsumtif.
Kondisi tersebut, lanjut Sandiaga, membuat perbankan asing tertarikΒ untuk menggarap sektor UMKM. Mereka bahkan menawarkan bunga yang suku bunga yang lebih kompetitif dibandingkan perbankan nasional.
"Suku bunga yang mereka tawarkan lebih rendah 200-250 basis poin. Masuknya bank asing ini akan mendorong kompetisi sehingga cost of fund akan turun," ungkapnya.
(epi/qom)











































