"Dari kebutuhan itu, 30 persennya sudah ada di perbankan nasional," ungkap Direktur Korporasi BNI, Krisna Suparto di Balai Kartini, Jalan Gatot subroto, Jakarta, Kamis malam (28/8/2009).
Krisna mengakui, dana yang dibutuhkan untuk pengeboran itu merupakan dana yang besar sehingga bank-bank lokal harus bersatu untuk memenuhi kebutuhan itu.
"Terus terang kita harus konsorsium karena perbankan nasional kemampuan terbatas, tapi kita berupaya semaksimal mungkin dengan dibantu BP Migas untuk mendukung sektor migas," ungkap Krisna.
Krisna menambahkan, dukungan perbankan nasional ini ditunjukan dengan memberikan pinjaman kepada para penyedia barang atau jasa pengeboran lokal yang melakukan eksplorasi minyak dan gas bumi.
“Kapasitas rig (alat bor) nasional saat ini baru 165 rig, sementara sumur yang harus dibor tahun ini mencapai 1.237 sumur. Perbankan nasional diminta berkontribusi lebih besar untuk membantu para penyedia barang atau jasa pengeboran,” ungkapnya
Pada kesempatan yang sama, Krisna menyatakan, hingga saat ini BNI sudah menyalurkan kredit lebih dari Rp 6 triliun untuk sektor migas. Sementara hingga Juni, kredit korporasi yang sudah disalurkan BNI sebesar Rp 46 triliun. “Pertumbuhannya 15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu,” tandasnya.
(epi/dnl)











































