BI Sempat 'Rawat' 23 Bank Bersamaan Kasus Bank Century

BI Sempat 'Rawat' 23 Bank Bersamaan Kasus Bank Century

- detikFinance
Jumat, 28 Agu 2009 14:16 WIB
BI Sempat Rawat 23 Bank Bersamaan Kasus Bank Century
Jakarta - Bank Indonesia (BI) membenarkan akan ada 23 bank yang bisa ikut terseret jika Bank Century dibiarkan kolaps tanpa menerima suntikan dana dari pemerintah. Dana-dana nasabah yang sekelas Bank Century bisa beralih ke bank besar.

Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur Senior BI Darmin Nasution ketika ditemui di kantornya, Jalan Thamrin, Jakarta, Jumat (28/8/2009).

"Ada 18 plus 5 bank dalam pengawasan. Saya sudah jelaskan, itu artinya bank yang lebih kurang besarnya sama dengan Century, sedikit banyak ada juga dana pihak ketiga yang pindah karena waktu itu baru krisis," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan Darmin dari 23 bank itu, sebanyak 18 bank masuk dalam pengawasan intensif BI saat itu dan sebanyak 5 bank masuk dalam pengawasan khusus BI sama seperti Bank Century.

Karena alasan ini maka pemerintah dan BI memutuskan untuk menyuntikkan dana penyelamatan kepada Bank Century sehingga tidak kolaps.

Sebelumnya, Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani mengatakan ada 3 alasan khusus yang menjadi pertimbangan pemerintah dan BI menyelamatkan Bank Century. Salah satu alasannya adalah adanya 23 bank yang mengalami kesulitan likuiditas dan kondisinya sama dengan Bank Century.

"Ada 23 bank yang mengalami seperti Bank Century, 18 bank punya masalah likuiditas, 5 bank memiliki kasus sama dengan Bank Century, Itu menjadi faktor-faktir yang dianggap cukup kuat sehingga systemic risk cukup nyata," ujar Menkeu kemarin.

Sehingga jika Century dibiarkan, ditakutkan akan menimbulkan dampak sistemik kepada 23 bank tersebut. "Itu faktor kuat BI mempunyai alasan potensi risiko sistemik yang sangat nyata. Untuk itu Century diselamatkan," ujar Darmin.

Namun Darmin menambahkan saat ini sudah tidak ada bank yang masuk ke dalam pengawasan khusus BI. "Kalau bank dalam pengawasan intensif ada, tapi kalau pengawasan khusus belum," imbuhnya. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads