NPL Bank Century Masih Capai 7,24%

NPL Bank Century Masih Capai 7,24%

- detikFinance
Senin, 31 Agu 2009 11:45 WIB
NPL Bank Century Masih Capai 7,24%
Jakarta - Rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) PT Bank Century Tbk hingga akhir Juli 2009 tercatat tinggi sebesar 7,24% (NPL net).

Demikian disampaikan oleh Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Firdaus Djaelani dalam siaran pers yang dikutip detikFinance, Senin (31/8/2009).

Besaran NPL Bank Century tersebut di atas ketentuan batas aman NPL net perbankan yang maksimal sebesar 5%.Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun besaran rasio kecukupan modal (CAR) Century pada akhir Juli 2009 mencapai 9,28% yang berarti di atas ketentuan Bank Indonesia (BI) yang minimal sebesar 8%.

Tapi berdasarkan konsensus pasar, CAR minimal dengan penghitungan risiko yang lebih kompleks adalah 12%.

Dalam publikasi tersebut, BOPO Bank Century tercatat masih cukup tinggi yaitu sebesar 89,82% yang mengartikan beban usaha perseroan masih cukup tinggi.

"Dengan penanganan yang telah dilakukan oleh LPS terhadap Bank Century, kondisi keuangan bank tersebut sudah membaik, sampai dengan 31 Juli 2009, bank telah membukukan laba sebesar Rp199 miliar," ujar Firdaus.

Jumlah suntikan dana yang diberikan LPS kepada Century dikatakan Firdaus telah mencapai Rp 6,762 triiliun yang seluruhnya didasarkan atas hasil penilaian BI. Rincian suntikan modal tersebut adalah:
  1. 23 Nov 2008 Rp 2,776 triliun. BI: untuk CAR 8% dibutuhkan Rp 2,655 triliun. Peraturan LPS: LPS dapat menambah modal sehingga CAR 10%, yaitu Rp2,776T.
  2. 5 Des 2008 Rp 2,201 triliun. Untuk menutup kebutuhan likuiditas sampai dengan 31 Desember 2008.
  3. Feb 2009 Rp 1,155 triliun. Untuk menutup kebutuhan CAR berdasarkan hasil assessment BI atas perhitungan Direksi Bank Century.
  4. 21 Juli 2009 Rp 630 miliar. Untuk menutup kebutuhan CAR berdasarkan hasil assessment BI atas hasil audit Kantor Akuntan Publik.
Sementara itu Anggota Komisi XI DPR Dradjad Wibowo mengatakan LPS harus melepaskan sahamnya di Bank Century dalam 3 tahun.

"Jadi November 201. Kalau masih tidak laku bisa diperpanjang 2 tahun, jadi secara legal tenggat waktunya November 2013," ujarnya kepada detikFinance.

Dradjad mengatakan tekanan jual selama masa perpanjangan 2 tahun akan terlalu besar sehingga akan menurunkan harga jual Century.

"Apalagi Century masih mempunyai risiko reputasi yang sangat tinggi," imbuhnya.

Karena itu menurut Dradjad penting bagi Century untuk memulihkan reputasi. "Sikap LPS dan Century yang enggan membayar nasabah-nasabah kecil yang tertipu beli Antaboga justru memperburuk risiko reputasi tersebut," tandas Dradjad.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads