Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama BRI Sofyan Basir dalam jumpa pers di kantornya, Gedung BRI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (31/8/2009).
"Bulan depan sekitar 50 bps sampai dengan 100 bps pada bulan depan. Hal ini tindak lanjut dari kesepakatan 14 bank kemarin," tuturnya.
Sementara itu, portofolio kredit BRI pada kuartal II-2009 meningkat 35,78% atau Rp 48,65 triliun, dari Rp 135,96 triliun pada kuartal II-2008 menjadi sebesar Rp 184,60 triliun.
Dengan pertumbuhan kredit tersebut, LDR (Loan to Deposit Ratio ) BRI pada kuartal II-2009 tercatat sebesar 85,33%. Sementara itu rasio kredit bermasalah (NPL) gross pada kuartal II-2009 adalah sebesar 3,70%.
"Pertumbuhan kredit BRI disokong oleh pengembangan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dimana total portofolio kredit UMKM BRI mencapai 81,71% atau sebesar Rp 150,84 triliun dari total pinjaman sebesar Rp 184,60 triliun," papar Sofyan.
Sementara itu, Sofyan mengatakan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun BRI pada kuartal II-2009 mencapai Rp 216,35 triliun atau meningkat jika dibandingkan DPK kuartal II-2008 yang sebesar Rp 176,53 triliun.
Dengan adanya pencapaian kinerja tersebut, lanjut Sofyan, total aset BRI meningkat 23,20% dari Rp 216,89 pada kuartal II-2008 menjadi Rp 267,21 pada kuartal II-2009 serta ekuitas BRI juga mengalami peningkatan.
(dru/dnl)











































