"Dengan melihat outlook inflasi 2010, ditambah dengan tanda-tanda pemulihan ekonomi yang masih on track , kami tidak berpikir BI akan memangkas kebijakan suku bunga dari level 6,5%. BI akan mempertahankan BI Rate hingga akhir tahun," ujar Anton Gunawan, Chief Economist Bank Danamon dalam review -nya, Selasa (2/9/2009).
Hal senada disampaikan ekonom dari Citigroup, Johanna Chua. Menurutnya, banyak risiko yang membuat BI menghentikan aksi pemotongan suku bunganya.
"Perubahan ini tidak hanya berhubungan dengan masalah inflasi, tapi juga gejolak baru nilai tukar rupiah dan penyesuaian suku bunga oleh 14 bank, yang kami pikir akan mengurangi tekanan BI untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut," ujar Johanna.
Ia memperkirakan BI akan mulai menaikkan suku bunga pada kuartal II-2010. Suku bunga hingga akhir 2010 diprediksi mencapai 7,5%.
BPS kemarin mencatat inflasi Agustus sebesar 0,56%, dengan inflasi year on year mencapai 2,75%. Laju inflasi tertinggi terjadi pada kelompok makanan sebesar 1,29%, kelompok makanan jadi, minuman dan rokok 0,3%.
"Pemicu utama inflasi adalah kenaikan harga makanan. Ini terutama adalah efek musiman, namun juga ada sedikit efek dari lonjakan harga gula dunia yang mencapai 30% selama bulan itu," ujar Anton.
(qom/dnl)











































