Hal ini disampaikan Direktur Utama BSB Riyanto kepada detikFinance, saat peluncuran website BDB (www.syariahbukopin.co.id) dan buka puasa bersama rekan media di Jakarta hari ini (1/9/2009).
Total pembiayaan yang terhimpun, akan diperuntukkan bagi sektor Usaha Kecil Menengah (UKM). Selain UKM, sektor lain yang menjadi target pembiayaan adalah perdagangan, pendidikan dan konstruksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Riyanto menjelaskan, untuk total dana pihak ketiga (DPK), BSB memaksimalkan dari jenis penyimpanan tabungan dan giro. Sedangkan untuk deposito, BSB menargetkan dana sebesar Rp 100 miliar rupiah, baik
dari perorangan ataupun institusi.
Angka Rp 100 miliar dianggap wajar bagi BSB, karena rencana penurunan suku bunga perbankan oleh 14 bank besar konvensional menjadikan nasabah mencari alternatif agar dana mereka tersimpan aman dan menguntungkan.
Menurut Riyanto, saat ini pihaknya masih menetapkan suku bunganya di angka 49% (dalam sistem bagi hasil). Tentu angka ini akan lebih kompetitif lagi, jika suku bunga riil dapat ditekan hingga 9-10%, sesuai dengan harapan BSB.
"Kami hanya mengharapkan return yang lebih baik," pungkasnya.
(ang/ang)











































