Bank Permata Syariah Targetkan Pembiayaan Rp 3 Triliun

Bank Permata Syariah Targetkan Pembiayaan Rp 3 Triliun

- detikFinance
Kamis, 03 Sep 2009 08:27 WIB
Bank Permata Syariah Targetkan Pembiayaan Rp 3 Triliun
Jakarta - Total pembiayaan Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Permata (Bank Permata Syariah) sampai dengan bulan Agustus 2009 capai Rp 1,5 triliun. Kedepan perseroan menargetkan pertumbuhan pembiayaan sampai akhir tahun sebesar Rp 3
triliun.

Hal tersebut disampaikan oleh Executive Vice President Head Syariah Banking Bank Permata, Achmad K Permana usai menghadiri acara Investor Award Syariah di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu malam (02/09/2009).

"Kita fokus kepada captive market yakni pembiayaan di joint financing. Yang terbesar masih dengan Astra Group yakni dengan PT FIF," ujar Achmad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bank Permata Syariah juga akan akan mulai menggarap pasar pembiayaan kredit Usaha Kecil, Menengah dan Mikro (UMKM) pada tahun ini.

"Target pertumbuhan kredit sendiri sampai dengan akhir tahun sebesar 40 persen," jelasnya.

Selain itu, lanjut Achmad, saat ini Permata Bank Syariah sedang menjajaki pembiyaan kredit dengan sindikasi bersama beberapa bank.

"Karena masih dalam penjajakan kita belum bisa disclose," katanya.

Achmad menambahkan, pihaknya akan mengembangkan produk-produk syariah modern dengan mengedepankan elektronik banking, servis modern, wealth management.

"Jadi tidak hanya terjebak kepada pembiayaan yang mudharabah saja atau hanya sekedar jual beli. Namun ada juga produk-produk pembiayaan yang juga sama menariknya dengan pola pembiyaan di konvensional," paparnya.

Ia mengungkapkan, potensi bisnis syariah di Indonesia masih sangat besar. Walaupun perbankan syariah di Indonesia sudah berdiri sekitar 15 tahun yang lalu namun asetnya baru tumbuh besar selama 3 sampai 4 tahun belakangan yakni mencapai Rp 55 triliun.

"Sekarang perbankan hampir semuanya sudah mempunyai produk yang lengkap. Semua bisnis mempunyai unit syariah, mulai dari asuransinya, securities, multifinance. Jadi tidak akan mungkin industri syariah akselerasinya tidak bertambah," tuturnya.






(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads